WASIAT HABIB MUHAMMAD BIN HADI ASSEGAF UNTUK MANUSIA AKHIR ZAMAN
Beliau menggambarkan bahwa bagaimanapun juga rumitnya pengertian baik itu tentang ilmu agama, hikmah dan lain sebagainya, jika disampaikan dalam format kisah-kisah ringan akan lebih mudah dicerna. Beliau tak henti-hentinya mengingatkan khususnya kepada para pemuda untuk selalu rajin dalam menuntut ilmu agama dan tidak bermalas-malasan dalam mengerjakan amal ibadah dan taat kepada Allah SWT.
Suatu hari Habib Muhammad bin Hadi Assegaf menyalakan lampu, beliau berkata: Ini adalah cahaya lahiriyah. Jika lampu ini padam, kita tidak bisa melihat apa-apa dan akan berada dalam kegelapan. Adapun cahaya bathin adalah cahaya di hati yang dinyalakan oleh perasaan cinta dan irfan (ma’rifat). Cinta dan irfan diperoleh karena selalu taat kepada Allah Yang Maha Pengasih. Dalam diri orang yang memiliki cahaya ini akan muncul karomah. Kita ini bukannya berusaha mencari karomah-karomah tetapi malah mematikan cahaya di hati dengan banyak melakukan maksiat dan sedikit berbuat taat.
Sesunguhnya telah banyak cahaya muncul. Contohnya, Imam Abu Harbah jika keluar dari rumah muncul dari tubuhnya cahaya seperti menara.
Suatu hari ketika Imam Nawawi RA sedang belajar tiba-tiba lampunya mati kemudian dari ibu jari beliau muncul cahaya. Sedang karomah Imam Rafi’i RA ialah jika lampu mati, pepohonan menyinarinya.
Keramat yang agung ini tidak hanya untuk Imam Nawawi dan Imam Rafi’i saja, akan tetapi untuk semua orang termasuk kita. Ayah dan ibu mereka adalah Adam dan Hawa, mereka makan dan minum seperti kita. Akan tetapi kita tidak menempuh jalan mereka, kita terlalu cinta dunia padahal kita dituntut untuk meninggalkan dunia dan tidak sekali-kali meliriknya. Apa yang harus kita kerjakan justru kita tinggalkan.
0 Response to "WASIAT HABIB MUHAMMAD BIN HADI ASSEGAF UNTUK MANUSIA AKHIR ZAMAN"
Post a Comment