Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i, Dua Imam Ahlussunnah Yang Moderat.

-- Abü Hanïfah, As Syäfi^i dua Imäm Ahlussunnah yang moderat --

"Barangsiapa bersemangat; berkeinginan kuat mengetahui; mengenal [ma^rifat] Dzat yang Maha Mengatur nya, kemudian dengan pikirannya ia berkesimpulan bahwa Dzat yang mengatur nya adalah sesuatu apa yang wujud dipikirannya yang dibayangkan nya, maka ia adalah seorang musyabbih [:penyerupa ALlöh dengan makhluk Nya].
Jika ia berkesimpulan pada ketiadaan murni, maka sebenarnya ia seorang mu^atthil [atheis, tidak mengakui adanya tuhan].
Apabila berkesimpulan bahwa Dzat yang mengatur nya itu wujud [ALlöh] dan mengakui bahwa ia tak mampu mengetahui hakikat dzat Nya, maka ia adalah seorang muwahhid [: orang yang meng esa kan ALlöh].
Al Imäm As Syäfi^i [ w. 204 H] -- semoga ALlöh senantiasa meridloi nya --

قال الإمام الشافعي رضي الله عنه (ت ٢٠٤ ھ)   " من انتهض لمعرفة مدبره فانتهى إلى موجود ينتهي إليه فكره فهو مشبه ومن انتهى إلى العدم الصرف فهو معطل ومن انتهى إلى موجود واعترف بعجزه عن إدراكه فهو موحد" رواه البيهقي وغيره

------------

" Telah datang kepada kami dari arah timur dua pendapat yang sangat buruk. Yakni, --pendapat-- Jahm bin Shofwän seorang yang atheis [ mu^atthil; tidak mengakui Tuhan dan sifat-sifat Nya] dan --pendapat-- Muqötil bin Sulaymän [w. 150 H] yang menyakini bahwa ALlöh menyerupai makhluk Nya."
-- Al Imäm Abü Hanïfah [ w. 150 H] rodliyaLlähu ^anhu--

Kedua pendapat Jahm dan Muqötil adalah dua pendapat yang ekstrim, sedangkan pendapat Abü Hanifah dan  As Syäfi^i adalah pendapat yang moderat, berada di tengah sebagai ciri utama dari Ahlussunnah wal Jamä'ah yakni moderat.

قال الإمام أبو حنيفة رضي الله عنه [ ت ١٥٠ ھ]

أتانا من المشرق رأيان خبيثان جهم معطل ومقاتل مشبه

Sebagaimana ungkapan moderat Abü Bakr As Shiddïq

العجز عن درك الإدراك إدراك #
والبحث عن ذاته كفر وإشراك

" Ketidak mampuan menemukan Hakikat-Dzat ALlöh itulah kemampuan [*]. Membicarakan hakikat Dzat ALlöh dapat menjatuhkan pada kekufuran dan syirik."

والله أعلم وأحكم 

[*] Kita "hanya' diwajibkan meyakini bahwa ALlöh itu wujud dan wujud Nya tidak menyamai makhluk Nya. Karena nya tidak boleh membayang-bayangkan Nya. Sebab semua wujud bayangan yang ada di benak kita pasti merupakan makhluk ALlöh.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i, Dua Imam Ahlussunnah Yang Moderat."

Post a Comment